Saturday, January 12, 2019

Perkembangan BAHASA ANAK


Perkembangan BAHASA ANAK


Pengetahuan tentang hakikat perkembangan bahasa anak dan tahap-tahap perkembangan bahasa anak sangat penting bagi pelaksanaan pembelajaran bahasa anak. Itulah sebabnya guru SD perlu menguasai berbagai konsep yang terkait dengan perkembangan bahasa anak.

1.  Hakikat Perkembangan Bahasa Anak

Darjowidjojo (Tarigan dkk., 1998) mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa anak itu tidaklah tiba-tiba atau sekaligus, tetapi bertahap. Kemajuan kemampuan berbahasa mereka berjalan seiring dengan perkembangan fisik, mental, intelektual, dan sosialnya. Oleh karena itu, perkembangan bahasa anak ditandai oleh keseimbangan dinamis atau suatu rangkaian kesatuan yang bergerak dari bunyi-bunyi atau ucapan yang sederhana menuju tuturan yang lebih kompleks. Tangisan, bunyi-bunyi atau ucapan yang sederhana tak bermakna, dan celotehan bayi merupakan jembatan yang mefasilitasi alur perkembangan bahasa anak menuju kemampuan berbahasa yang lebih sempurna. Bagi anak, celoteh merupakan semacam latihan untuk menguasai gerak artikulatoris (alat ucap) yang lama kelamaan dikaitkan dengan kebermaknaan bentuk bunyi yang diujarkannya. 

2.  Tahap-tahap Perkembangan Bahasa Anak

1.      Tahap Pralingustik (0 – 12 bulan)
Sebelum mampu mengucapkan suatu kata, bayi mulai memperoleh bahasa ketika berumur kurang dari satu tahun. Namun pada tahap ini, bunyibunyi bahasa yang dihasilkan anak belumlah bermakna. Bunyi-bunyi itu berupa vokal atau konsonan tertentu tetapi tidak mengacu pada kata atau makna tertentu. Untuk itulah sehingga perkembangan bahasa anak pada masa ini disebut tahap pralinguistik (Tarigan, 1988; Tarigan dkk., 1998; Ellies dkk.,1989). Bahkan pada awalnya, bayi hanya mampu mengeluarkan suara yaitu tangisan. Pada umumnya orang mengatakan bahwa bila bayi yang baru lahir menangis, menandakan bahwa bayi tersebut merasa lapar, takut, atau bosan. Sebenarnya tidak hanya itu saja terjadi. Para peneliti perkembangan mengatakan bahwa lingkungan memberikan mereka halangan tentang apa yang dirasakan oleh bayi, bahkan tangisan itu sudah mempunyai nilai komunikatif. 
Bayi yang berusia 4 – 7 bulan biasanya sudah mulai mengahasilkan banyak suara baru yang menyebabkan masa ini disebut masa ekspansi (Dworetzky, 1990). Suara-suara baru itu meliputi: bisikan, menggeram, dan memekik. Setelah memasuki usia 7 – 12 bulan, ocehan bayi meningkat pesat. Sebagian bayi mulai mengucapkan suku kata dan menggandakan rangkaian kata seperti “dadada” atau “mamama”. Ini dekanal dengan masa connical.  



2.      Tahap Satu-Kata (12 – 18 bulan)
Pada masa ini, anak sudah mulai belajar menggunakan satu kata yang memiliki arti yang mewakili keseluruhan idenya. Satu-kata mewakili satu atau bahkan lebih frase atau kalimat. Contoh:
Ujaran anak  
Maksud
-   “Juju!” (sambil memegang baju)

-   “Gi!” (sambil menunjuk keluar)
-   “Bum-bum”   (sambil          menunjuk motor           
-   Mau memakai baju atau Ini baju saya
-   Mau pergi atau keluar
-   Itu motor atau saya mau naik motor

Kata-kata pertama yang lazim diucapkan berhubungan dengan objekobjek nyata atau perbuatan. Kata-kata yang sering diucapkan orang tua sewaktu mengajak bayinya berbicara berpotensi lebih besar menjadi kata pertama yang diucapkan si bayi. Selain itu, kata tersebut mudah bagi dia. Misalnya kata “papa” itu kan konsonan bilabial yang mudah diucapkan. Selain itu, kata-kata tersebut mengandung fonem “a”  yang secara artikulasi juga mudah diucapkan (tinggal membuka mulut saja). 
Memahami makna kata yang diucapkan anak pada masa ini tidaklah mudah.  Untuk menafsirkan maksud tuturan anak harus diperhatikan aktivitas anak itu dan unsur-unsur non-linguistik lainnya seperti gerak isyarat, ekspresi, dan benda yang ditunjuk si anak. Mengapa begitu? Menurut Tarigan dkk, (1998) ada dua penyebab, yaitu sebagai berikut.
Pertama, bahasa anak masih terbatas sehingga belum memungkinkan mengekspresikan ide atau perasaannya secara lengkap. Keterbatasan berbahasanya diganti dengan ekspresi muka, gerak tubuh, atau unsur-unsur nonverbal lainnya.
Kedua, apa yang diucapkan anak adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya saja. Sehingga, tampa mengerti konteks ucapan anak, kita akan kesulitan untuk memahami maksud tuturannya.
Walaupun memahami makna kata yang diucapkan anak pada masa ini tidaklah mudah, tetapi komunikasi aktif dengan si anak sangat penting dilakukan. Untuk dapat berbicara, anak perlu mengetahui perbendaharaan kata yang akan disimpan di otaknya dan ini bisa didapat ketika orang tua mengajak bicara. Kalau anak jaran diajak berbicara, kata-kata yang dia dapat sangat minim sehingga penguasaan kosa kata anak juga sangat minim. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam menghadapi anak yang memasuki usia ini adalah “jangan memakai bahasa bayi untuk anak-anak, melainkan dengan  orang dewasa.” Maksudnya, ucapkanlah dengan bahasa yang seharusnya didengar sehingga si anak juga terpacu untuk berkomunikasi dengan baik.

3.      Tahap dua-kata (18 – 24 bulan)
Pada masa ini, kebanyakan anak sudah mulai mencapai tahap kombinasi dua kata. Kata-kata yang diucapkan ketika masih tahap satu kata dikombinasikan dalam ucapan-ucapan pendek tanpa kata penunjuk, kata depan, atau bentuk-bentuk lain yang sseharusnya digunakan. Anak mulai dapat mengucapkan “Ma, pelgi”, maksudnya “Mama, saya mau pergi”. Pada tahap dua kata ini anak mulai mengenal berbagai makna kata tetapi belum dapat menggunakan bentuk bahasa yang menunjukkan jumlah, jenis kelamin, dan waktu terjadinya peristiwa. Selain itu, anak belum dapat menggunkan pronomina saya, aku, kamu, dia, mereka, dan sebaginya. 


4.      Tahap banyak-kata (3 – 5 tahun)
Pada saat anak mencapai usia 3 tahun, anak semakin kaya dengan perbendaharaan kosakata. Mereka sudah mulai mampu membuat kalimat pertanyaan, penyataan negatif, kalimat majemuk, dan berbagai bentuk kalimat. Terkait dengan itu, Tompkins dan Hoskisson dalam Tarigan dkk. (1998) menyatakan bahwa pada usia 3 – 4 tahun, tuturan anak mulai lebih panjang dan tatabahasanya lebih teratur. Dia tidak lagi menggunakan hanya dua kata, tetapi tiga atau lebih. Pada umur 5 – 6 tahun, bahasa anak telah menyerupai bahasa orang dewasa. Sebagian besar aturan gramatika telah dikuasainya dan pola bahasa serta panjang tuturannya semakin bervariasi. Anak telah mampu menggunkan bahasa dalam berbagai cara untuk berbagai keperluan, termasuk bercanda atau menghibur. 
Selanjutnya, tidak berbeda jauh dengan tahapan perkembangan bahasa anak seperti yang telah diurakan, Piaget (dalam Nurhadi dan Roekhan, 1990) membagi tahap perkembangan bahasa sebagai berikut.
(1) Tahap meraban (pralinguistik) pertama pada usia 0,0 – 0,5 (2) Tahap meraban (pralinguistik) kedua: kata nonsens, pada usia 0,5 – 1,0.
(3)   Tahap linguistik I: holofrastik, kalimat satu kata, pada usia 1,0 – 2,0.
(4)   Tahap linguistik II: kalimat dua kata, pada usia 2,0 – 3,0.
(5)   Tahap linguistik III: pengembangan tata bahasa, pada usia 3,0 – 4,0.
(6)   Tahap linguistik IV: tata bahasa pradewasa, pada usia 4,0 – 5,0.
(7)   Tahap lingistik V: kompetensi penuh, pada usia 5,0.
Selain tahapan perkembangan bahasa anak seperti yang telah dipaparkan, Ross dan Roe (Zuchdi dan Budiasih, 1997) membagi fase/tahap perkembangan bahasa anak seperti berikut.



Perkiraan Umur
Tahap Perkembangan Bahasa
Kemampuan Anak
Lahir – 2 tahun
Fase Fonologis
Anak bermain dengan bunyi-bunyi bahasa mulai mengecoh sampai menyebutkan kata-kata sederhana
2 – 7 tahun
Fase Sintaktik
Anak menunjukkan kesadaran gramatis; berbicara menggunakan kalimat
7          –             11
tahun
Fase Semantik
Anak dapat membedakan kata sebagai simbol dan konsep yang terkandung dalam kata
  



Pengertian Bahasa



istilah bahasa tentu bukan merupakan hal yang baru bagi Anda. Istilah tersebut setiap saat selalu kita dengar, baca, atau bahkan menggunakan istilah tersebut dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Bukan hanya itu, hampir setiap saat dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan bahasa atau berbahasa. Begitu seringnya kita menggunakan istilah bahasa atau menggunakan bahasa maka terkadang kita lupa untuk memahami apa sesungguhnya hakikat bahasa itu dan apa fungsi bahasa. Untuk memperoleh pemahaman tentang  apa sesungguhnya hakikat dan fungsi bahasa itu, baca baik-baik uraian berikut.

1.    Pengertian Bahasa

      Bentuk dasar bahasa adalah ujaran. Santoso, dkk. (2004:1.2) mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan kondisi yang lampau, kini, maupun yang akan datang. Terkait dengan itu, Keraf (1986) mengatakan bahwa apa yang dalam pengertian kita sehari-hari disebut bahasa itu meliputi dua bidang yaitu: bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi tadi; bunyi itu merupakan getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat pendengar kita, serta arti atau makna adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi itu. Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran. 

2.    Sifat-sifat Bahasa
Sebagai alat komunikasi, bahasa mengandung beberapa sifat, yaitu: 
(a)   sistematik, 
(b)   mana suka, 
(c)   ujar,
(d)    manusiawi
(e)   komunikatif. 
Bahasa dikatakan bersifat sistematik karena bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya. Bahasa diatur oleh sistem. Seperti yang sudah disinggung di atas, setiap bahasa mengandung dua sistem yaitu sistem bunyi dan sistem makna. 
Mengapa bahasa dikatakan bersifat mana suka? Menurut Santoso, dkk. (2004), bahasa disebut mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak  tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Sebagai contoh, mengapa kursi bukan disebut meja. Mengapa anak-anak yang Anda ajar tidak disebut murid bukan guru. Kita tidak dapat memberi alasan pertimbangan apa kata itu disebut begitu, karena sudah begitu nyatanya. Itulah yang dimaksud dengan mana suka. Jadi pilihan suatu kata disebut kursi, meja, murid, guru dan lain-lainnya ditentukan bukan atas dasar kriteria atau standar tertentu, melainkan secara mana suka.
Selanjutnya, bahasa disebut juga ujaran karena seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa bentuk dasar bahasa adalah ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi. Bahasa disebut bersifat manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya, bukan makhluk lainnya. Terakhir, bahasa disebut bersifat komunikatif karena fungsi utama bahasa adalah sebagai alat berkomunikasi atau alat perhubungan antara anggota-anggota masyarakat.


3.    Fungsi Bahasa

Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dalam kehidupan sehar-hari, bahasa tidak dapat dilepaskan dari kegiatan hidup masyarakat, yang di dalamnya sebenarnya terdapat status dan nilai-nilai sosial. Bahasa selalu mengikuti dan mewarnai kehidupan manusia sehari-hari, baik manusia sebagai anggota suku maupun bangsa. Terkait dengan hal itu, Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut.
(1)        Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik   antaranggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
(2)        Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca. Bahasa sebagai alat mengekspresikan diri ini dapat menjadi media untuk menyatakan eksistensi (keberadaan) diri, membebaskan diri dari tekanan emosi dan untuk menarik perhatian orang.
(3)        Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan  diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya. Mereka menyesuaikan diri dengan semua ketentuan yang berlaku dalam masyarakat melalui bahasa. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu berintegrasi dengan manusia di sekelilingnya. Dalam berintegrasi tersebut, manusia memerlukan bahasa sebagai alat. Dengan bahasa, manusia dapat bertukar pengalaman dan menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Mereka memanfaatkan pengalaman itu untuk kehidupannya. Dengan demikian mereka merasa saling terkait dengan kelompok sosial yang dimasukinya.
(4)        Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Bila fungsi ini berlaku dengan baik, maka semua kegiatan sosial akan berlangsung dengan baik pula. Dengan bahasa seseorang dapat mengembangkan kepribadian dan nilai-nilai sosial kepada tingkat yang lebih berkualitas.
Sejalan dengan pendapat di atas, Hallyday (1992) mengemukakan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk berbagai keperluan sebagai berikut. (1) Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu.
(2)             Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain.
(3)             Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
(4)             Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
(5)             Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu.
(6)             Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi.
(7)             Fungsi   representasional,          bahasa difungsikan      untuk   menyampaikan informasi.
Apakah fungsi khusus bahasa Indonesia? Anda mungkin masih ingat bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus yang sesuai dengan kepentingan bangsa Indonesia. Fungsi itu adalah sebagai:
(1)     Bahasa resmi kenegaraan. Dalam kaitannya dengan fungsi ini bahasa Indonesia dipergunakan dalam adminstrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan, komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat.
(2)     Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal atau nonformal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 
(3)     Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbalbalik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang keadaan sosial budaya dan bahasanya sama. 
(4)     Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dalam pada itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik dalam bentuk penyajian pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia.
Telah diketahui bahwa bahasa Indonesia selain sebagai sebagai bahasa nasional juga sebagai bahasa negara. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut.
(1)      Bahasa resmi kenegaraan. Dalam kaitannya dengan fungsi ini bahasa Indonesia dipergunakan dalam adminstrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan, komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat. Dokumendokumen dan keputusan-keputusan serta surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemeritah dan badan-badan kenegaraan lain seperti DPR dan MPR ditulis di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato, terutama pidato kenegaraan, ditulis dan diucapkan di dalam bahasa Indonesia.  
(2)      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal atau nonformal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 
(3)      Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbalbalik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang keadaan sosial budaya dan bahasanya sama. 
(4)      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dalam pada itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik dalam bentuk penyajian pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian masyarakat bangsa kita tidak tergantung sepenuhnya kepada bangsa-bangsa asing di dalam usahanya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta untuk ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
Saudara, Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga untuk itulah bahasa Indonesia perlu dibakukan atau distandarkan. Upaya pembakuan bahasa Indonesia telah dilakukan yaitu dengan dikeluarkannya Ejaan yang Disempunakan  (EYD) pada tahun 1972. EYD ini adalah sebagai penyempurnaan ejaan-ejaan yang dipakai sebelumnya yaitu ejaan Van Ophuijen (tahun 1901) dan ejaan Soewandi (tahun 1947). Selanjutnya dikeluarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman
Istilah pada tahun 1975.
Rintisan pembakuan bahasa Indonesia berikutnya adalah diterbitkannya kamus yang dianggap mendekati kelengkapan yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tahun 1988 yang disusun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Selanjutnya, pada tahun itu pula diterbitkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Pembakuan-pembakuan ini dilakukan dengan harapan agar bahasa Indonesia semakin mantap. Dengan demikian, bahasa Indonesia juga memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu sebagai berikut.


(1)      Fungsi pemersatu.
(2)      Fungsi pemberi kekhasan.
(3)      Fungsi penambah kewibawaan.
(4)      Fungsi sebagai kerangka acuan.
Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa baku menjadi alat untuk memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa yang tersebar di seluruh nusantara.
Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain. Dengan demikian bahasa Indonesia sebagai bahasa baku dapat memperkuat kepribadian nasional masyarakat Indonesia. 
Fungsi  penambah kewibawaan. Penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan sehar-hari bahwa orang yang mahir berbahasa Indonesia “dengan baik dan benar” akan memperoleh wibawa di mata orang lain. 
Fungsi sebagai kerangka acuan. Fungsi ini mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa. Bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa. 




Hakikat Dan Fungsi Bahasa Indonesia



istilah bahasa tentu bukan merupakan hal yang baru bagi Anda. Istilah tersebut setiap saat selalu kita dengar, baca, atau bahkan menggunakan istilah tersebut dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Bukan hanya itu, hampir setiap saat dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan bahasa atau berbahasa. Begitu seringnya kita menggunakan istilah bahasa atau menggunakan bahasa maka terkadang kita lupa untuk memahami apa sesungguhnya hakikat bahasa itu dan apa fungsi bahasa. Untuk memperoleh pemahaman tentang  apa sesungguhnya hakikat dan fungsi bahasa itu, baca baik-baik uraian berikut.

1.    Pengertian Bahasa

      Bentuk dasar bahasa adalah ujaran. Santoso, dkk. (2004:1.2) mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan kondisi yang lampau, kini, maupun yang akan datang. Terkait dengan itu, Keraf (1986) mengatakan bahwa apa yang dalam pengertian kita sehari-hari disebut bahasa itu meliputi dua bidang yaitu: bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi tadi; bunyi itu merupakan getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat pendengar kita, serta arti atau makna adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi itu. Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran. 

2.    Sifat-sifat Bahasa
Sebagai alat komunikasi, bahasa mengandung beberapa sifat, yaitu: 
(a)   sistematik, 
(b)   mana suka, 
(c)   ujar,
(d)    manusiawi
(e)   komunikatif. 
Bahasa dikatakan bersifat sistematik karena bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya. Bahasa diatur oleh sistem. Seperti yang sudah disinggung di atas, setiap bahasa mengandung dua sistem yaitu sistem bunyi dan sistem makna. 
Mengapa bahasa dikatakan bersifat mana suka? Menurut Santoso, dkk. (2004), bahasa disebut mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak  tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Sebagai contoh, mengapa kursi bukan disebut meja. Mengapa anak-anak yang Anda ajar tidak disebut murid bukan guru. Kita tidak dapat memberi alasan pertimbangan apa kata itu disebut begitu, karena sudah begitu nyatanya. Itulah yang dimaksud dengan mana suka. Jadi pilihan suatu kata disebut kursi, meja, murid, guru dan lain-lainnya ditentukan bukan atas dasar kriteria atau standar tertentu, melainkan secara mana suka.
Selanjutnya, bahasa disebut juga ujaran karena seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa bentuk dasar bahasa adalah ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi. Bahasa disebut bersifat manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya, bukan makhluk lainnya. Terakhir, bahasa disebut bersifat komunikatif karena fungsi utama bahasa adalah sebagai alat berkomunikasi atau alat perhubungan antara anggota-anggota masyarakat.


3.    Fungsi Bahasa

Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dalam kehidupan sehar-hari, bahasa tidak dapat dilepaskan dari kegiatan hidup masyarakat, yang di dalamnya sebenarnya terdapat status dan nilai-nilai sosial. Bahasa selalu mengikuti dan mewarnai kehidupan manusia sehari-hari, baik manusia sebagai anggota suku maupun bangsa. Terkait dengan hal itu, Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut.
(1)        Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik   antaranggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
(2)        Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca. Bahasa sebagai alat mengekspresikan diri ini dapat menjadi media untuk menyatakan eksistensi (keberadaan) diri, membebaskan diri dari tekanan emosi dan untuk menarik perhatian orang.
(3)        Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan  diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya. Mereka menyesuaikan diri dengan semua ketentuan yang berlaku dalam masyarakat melalui bahasa. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu berintegrasi dengan manusia di sekelilingnya. Dalam berintegrasi tersebut, manusia memerlukan bahasa sebagai alat. Dengan bahasa, manusia dapat bertukar pengalaman dan menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Mereka memanfaatkan pengalaman itu untuk kehidupannya. Dengan demikian mereka merasa saling terkait dengan kelompok sosial yang dimasukinya.
(4)        Fungsi kontrol sosial. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Bila fungsi ini berlaku dengan baik, maka semua kegiatan sosial akan berlangsung dengan baik pula. Dengan bahasa seseorang dapat mengembangkan kepribadian dan nilai-nilai sosial kepada tingkat yang lebih berkualitas.
Sejalan dengan pendapat di atas, Hallyday (1992) mengemukakan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk berbagai keperluan sebagai berikut. (1) Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu.
(2)             Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain.
(3)             Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
(4)             Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
(5)             Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu.
(6)             Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi.
(7)             Fungsi   representasional,          bahasa difungsikan      untuk   menyampaikan informasi.
Apakah fungsi khusus bahasa Indonesia? Anda mungkin masih ingat bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus yang sesuai dengan kepentingan bangsa Indonesia. Fungsi itu adalah sebagai:
(1)     Bahasa resmi kenegaraan. Dalam kaitannya dengan fungsi ini bahasa Indonesia dipergunakan dalam adminstrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan, komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat.
(2)     Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal atau nonformal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 
(3)     Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbalbalik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang keadaan sosial budaya dan bahasanya sama. 
(4)     Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dalam pada itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik dalam bentuk penyajian pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia.
Telah diketahui bahwa bahasa Indonesia selain sebagai sebagai bahasa nasional juga sebagai bahasa negara. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut.
(1)      Bahasa resmi kenegaraan. Dalam kaitannya dengan fungsi ini bahasa Indonesia dipergunakan dalam adminstrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan, komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat. Dokumendokumen dan keputusan-keputusan serta surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemeritah dan badan-badan kenegaraan lain seperti DPR dan MPR ditulis di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato, terutama pidato kenegaraan, ditulis dan diucapkan di dalam bahasa Indonesia.  
(2)      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal atau nonformal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 
(3)      Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbalbalik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang keadaan sosial budaya dan bahasanya sama. 
(4)      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dalam pada itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik dalam bentuk penyajian pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian masyarakat bangsa kita tidak tergantung sepenuhnya kepada bangsa-bangsa asing di dalam usahanya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta untuk ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
Saudara, Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga untuk itulah bahasa Indonesia perlu dibakukan atau distandarkan. Upaya pembakuan bahasa Indonesia telah dilakukan yaitu dengan dikeluarkannya Ejaan yang Disempunakan  (EYD) pada tahun 1972. EYD ini adalah sebagai penyempurnaan ejaan-ejaan yang dipakai sebelumnya yaitu ejaan Van Ophuijen (tahun 1901) dan ejaan Soewandi (tahun 1947). Selanjutnya dikeluarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman
Istilah pada tahun 1975.
Rintisan pembakuan bahasa Indonesia berikutnya adalah diterbitkannya kamus yang dianggap mendekati kelengkapan yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tahun 1988 yang disusun oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Selanjutnya, pada tahun itu pula diterbitkan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Pembakuan-pembakuan ini dilakukan dengan harapan agar bahasa Indonesia semakin mantap. Dengan demikian, bahasa Indonesia juga memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu sebagai berikut.


(1)      Fungsi pemersatu.
(2)      Fungsi pemberi kekhasan.
(3)      Fungsi penambah kewibawaan.
(4)      Fungsi sebagai kerangka acuan.
Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa baku menjadi alat untuk memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa yang tersebar di seluruh nusantara.
Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain. Dengan demikian bahasa Indonesia sebagai bahasa baku dapat memperkuat kepribadian nasional masyarakat Indonesia. 
Fungsi  penambah kewibawaan. Penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan sehar-hari bahwa orang yang mahir berbahasa Indonesia “dengan baik dan benar” akan memperoleh wibawa di mata orang lain. 
Fungsi sebagai kerangka acuan. Fungsi ini mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa. Bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa. 




Wednesday, December 5, 2018

Tips supaya kita semangat belajar dan sukses di masa depan



Sebagai seorang pelajar tugas utama kita adalah belajar. Ini merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan oleh seorang pelajar. Namun terkadang kita mengalami berbagai macam kendala dalam belajar. Kendala-kendala seperti itu harus kita jauhkan sejauh-jauhnya dari diri kita. Kalau kita malas belajar nanti ilmu yang kita dapat akan sedikit dan akan kurang baik bagi kita seorang pelajar. Kita harus selalu semangat untuk belajar dan belajar terus tanpa henti sampai kita menutup mata. Belajar bisa kita dilakukan dimanapun dan kapanpun. Belajar dilakukan tidak hanya disekolah saja, tetapi bisa dilakukan dimanapun kita berada. Apalagi di era globalisasi ini kita sangat dimanjakan dengan kemudahan untuk mencari materi-materi dari gadget yang kita miliki saat ini. Kita harus bisa memanfaatkan fasilitas yang kita miliki untuk melakukan hal yang baik, terutama untuk belajar agar kita memiliki pengetahuan yang luas dan kita tidak terlihat sebagai orang yang bodoh. Tentunya kita tidak ingin menjadi orang yang bodoh. Untul itu marilah kita perangi kemalasan agar kita menjadi orang yang cerdas dan berguna bagi orang lain.

Berikut ini adalah Tips-tips supaya semangat belajar :

1. Memantapkan niat 





Pertama kita harus meluruskan niat terlebih dahulu. Kita croschek lagi apa tujuan dari kita sekolah apakah untuk bermain-main saja atau benar-benar untuk menuntut ilmu agar menjadi orang yang sukses dan bisa berguna bagi orang lain. Karena orang yang berguna bagi orang lain akan lebih dicintai orang banyak. Sehingga akan banyak orang yang mendo'akan dan akan didekatkan dengan sebuah kesuksesan. Jangan pernah kita lupakan apa niat kita untuk sekolah apakah hanya membuang uang orang tua saja ? Tentunya tidak kan.. untuk itu mulailah dari sekarang kita harus bisa memantapkan niat kita dalam belajar. Sehingga kita tidak mudah goyah dengan adanya godaan-godaan disekitar kita yang selalu mengajak kita untuk malas dalam belajar

2. Merenungkan perjuangan kita sampai sejauh ini




Orang tua kita tentunya menjadi penyemangat kita dalam berbagai keadaan kita. Merekalah yang sudah banyak berkorban untuk kita baik itu tenaga, harta, waktu dan selalu mendo'akan kita setiap saat. Jangan pernah kita membuat kecewa orang tua kita yang selalu memberi support untuk kita. Kita harus semangat belajar agar kita kelak bisa membanggakan kedua orang tua kita. Apabila kita sukses tentunya orang tua akan ikut senang dan merasakan kesuksesan seperti yang dirasakan oleh anaknya. Jangan pernah menyerah dalam kondisi apapun. Karena setiap manusia pasti akan mendapati kendala kendala yang tidak kita tau awalnya. Kalau orang tua kita saja bisa menghadapi masalah tentunya kita harus lebih bisa daripada orang tua kita. Karena kita masih muda dan diberi kesehatan yang baik serta tenaga yang kuat.

4. Masih banyak orang yang ingin sekolah sepertimu

Saat kita masuk sekolah tentunya kita melakukan serangkain proses seleksi untuk masuk sekolah tersebut terutama di sekolah favorit. Dalam proses seleksi tentu ada yang diterima ada pula yang tidak diterima. Kita sebagai salah satu yang diterima harus bisa bersyukur dengan keberhasilan kita bisa masuk sekolah tersebut. Lalu bagaimana cara kita bersyukur ? Caranya tidaklah terlalu sulit yaitu dengan menggunakan kesempatan kita belajar di sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya karena masih banyak orang diluar sana yang masih ingin menempuh pendidikan seperti kita namun belum bisa melakukannya. Jadi manfaatkan posisi kita saat ini dengan belajar sungguh-sungguh agar kita menjadi orang yang sukses. Selain itu kita juga tidak menyia-nyia kursi yang telah diberikan kepada kita di sekolah tersebut. Kalau kita menyia-nyiakan hal itu berarti kita sudah menutup kesempatan orang lain untuk belajar di tempat tersebut karena kita yang sudah diberi tempat tidak sungguh-sungguh dalam belajar.

5. Mengajak teman untuk belajar berasama

Menumbuhkan kecintaan kita untuk belajar memanglah bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Apalagi kita seorang diri dan berada di hari libur. Tentunya kita akan sangat merasa malas sekali untuk belajar, yang ada dalam benak kita hanyalah tidur, tidur dan tiduuuurrrr sampai kita puas. Padahal apabila kita mengikuti untuk tidur maka kita tidak akan merasa puas dengan tidur kita. Solusi terbaik agar kita mau belajar yaitu dengan mengajak teman lain untuk belajar bersama. Dengan kita mengajak teman kita untuk belajar maka kita akan semangat dalam belajar selain itu juga kita bisa menanyaka materi yang tidak kita pahami kepada teman kita. Kita bisa saling berbagi ilmu maupun materi yang kita punga kepada teman kita. Apabila kita sudah membiasakan belajar bersama teman maka kebiasaan itu akan menjadi kegiatan yang tidak bisa kita tinggalkan. Sehingga budaya kita untuk belajar menjadi tumbuh dan akan menghilangkan kebodohan serta menjadikan otak kita menjadi cerdas. Otak yang sering digunakan akan menjadi lebih mudah digunakan untuk berpikir daripada otak yang tidak pernah digunakan untuk apapun. Nantinya ide-ide akan muncul dari otak kita secara otomatis tanpa harus berpikir keras dan berlama-lama. Kita akan mudah menemukan gagasan-gagasan yang berguna dan juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain.


Itulah beberapa cara untuk menumbuhkan sikap belajar dan menghilangkan rasa malas. Jangan pernah berhenti belajar orang hidup dituntut untuk selalu belajar dimanapun dan kapanpun. Selama kita masih diberi nyawa kita tidak boleh berhenti belajar. Tetap semangat belajar untuk menggapai kesuksesan di masa depan. Karena sukses yang kita raih akan kita nikmati nantinya. Jangan pernah takuk gagal karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jika kita takut gagal berarti kita tidak akan pernah berhasil karena keberhasilan dimulai dari kegagalan. Tidak ada orang di dunia ini yang suskses tanpa usaha. Jadi tetaplah berusaha teruslah berjuang dan jangan lupa untuk berdo'a

Tips dan Trik di Whatsapp yang belum diketahui banyak orang

Whatsapp sekarang sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Kebanyakan orang saat ini tidak bisa memisahkan diri dengan sebuah aplikasi yang bernama whatsapp. Entah apa yang menjadi sebab orang-orang tidak bisa berpisah dengan whatsapp. Mungkin terlalu cinta atau terlalu sayang dengan whatsapp sehingga meraka tidak bisa meninggalkan bahkan melupakan whatsapp. Sekalipun hanya sebentar saja sepertinya terasa berat bagi orang-orang untuk meninggalkan whatsapp. Ini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan dari manusia saat ini. Whatsapp sudah dijadikan seperti makanan pokok yang tidak bisa terlupakan dimanapun dan kapanpun. Namun selama kita menggunakan whatsapp sudahkah kita tau semua fitur-fitur yang tersedia di aplikasi whatsapp ini ? Kalau belum mari kita ulas bersama-sama rahasia didalam whatsapp yang belum banyak di ketahui oleh orang-orang.

FITUR RAHASIA DI APLIKASI WHATSAPP

1.  MENGATUR HURUF DENGAN BEBAGAI VARIASI


Terkadang kita sering membutuhkan yang namanya penekanan dalam mengetik teks pada aplikasi whatsapp. Misalnya aja untuk menjelaskan nama tempat yang harus dicetak tebal supaya mudah untuk dilihat dan diingat. Tapi di beberapa aplikasi tidak menyediakan format penulisan seperti itu sehingga pengguna harus menggunakan cara lain. Tapi, jangan sedih karena Whatsapp menyediakan trik khusus supaya tulisan kita bisa dicoret, cetak tebal dan dibuat miring.


Untuk huruf tebal caranya cukup dengan mengapit tulisan yang ingin diberi format dengan tanda bintang. Contohnya adalah *cinta*. Kalau yang ingin bercetak miring caranya hampir sama tapi bedanya yaitu diapit dengan tanda underscore seperti ini  _cinta_. Sedangkan untuk yang bermodel coret caranya diapit dengan tanda ~ seperti berikut  ~cinta~.

2. BISA MEMBACK-UP PESAN

Kebanyakan orang memiliki pesan penting yang terdapat pada aplikasi whatsapp. Entah dengan teman, sahabat, pacar atau yang lainnya. Tapi terkadang kita lupa kalau ada yang penting dan enggak sengaja menghapusnya. Sangat disayangkan banget, belum sempat disimpan tapi sudah hilang duluan. Namun, enggak perlu khawatir karena kita bisa kok mengatasi itu dengan jurus jitu yang ada di Whatsapp.


Pertama-tama pilih Setelan kemudian klik menu Chatting. Jika sudah langsung pilih Cadangan Chat atau Chat Backup. Kemudian ada tulisan Cadangkan ke Google Drive atau Back Up to Google Drive lalu pilihlah. Nah, di sana ada beberapa pilihan untuk waktu penyimpanan pesan. Silahkan pilih sesuai kebutuhan. Dengan begitu kalian enggak perlu khawatir lagi kalau ada pesan penting yang terhapus.

3. MENGETAHUI LOKASI TEMAN DENGAN    MUDAH



Terkadang kita ditipu oleh kebohongan masal, semisal lagi OTW nih? Seringkali teman berkata sudah On the way tapi masih bersantai – santai ria, atau kita sendiri yang sering melakukan hal itu?  Yang penting semacam itu” WhatsApp menghadirkan fitur baru Share Locations, untuk mengetahui lokasi dimana kamu berada. Ada satu cara untuk mengetahui kebohongan teman kamu pada saat memberi lokasi, seperti:
 jika yang muncul adalah maps dengan pin merah menancap di lokasi, berarti teman kamu benar-benar menggunakan lokasi GPS aslinya. Namun apabila yang terkirim adalah maps dengan gambar jalan yang terdapat pin merah tepat pada jalan raya tersebut, patut kamu curigai (menulis secara manual lokasi) yang artinya bisa jadi dia bohong.

4. . MENARIK PESAN SAAT SALAH MENULIS 

tips-trik-whatsapp


Salah menulis sebuah  pesan atau typo biasanya menjadi hal yang wajar dan tentunya memalukan bagi kita, hal ini biasanya terjadi ketika kita terburu – buru atau sebagainya. Kali ini WhatsApp menyediakan fitur untuk menarik pesan tersebut, caranya tap chat atau pesan yang salah selama beberapa detik dan hapus. Denga  begitu kita tidak akan malu apabil salah menulis pesan karena pesan tersebut telah kita tarik kembali dan orang yang menerima pesan tersebut tidak bisa membaca pesan yang sudah kita tarik.

5. MENGAMANKAN PESAN KITA AGAR TIDAK DIBACA ORANG LAIN

Biasanya seseorang sering membuka percakapan orang lainnya. Entah mereka kepo atau mau iseng atau bahkan ada maksud lain. Tentunya kita sebagai pemilik hp harus menjaga kerahasiaan chattingan kita terutama dengan pacar kita. Karena apa bila pesan kita terbaca oleh orang lain kemungkinan kita akan merasa malu dan sebagainya. Untuknya di whatsapp menyediakan fitur untuk menyembunyikan pesan tanpa harus menghapus pesan tersebut. Fitur tersebut adalah ARSIP. Carang mengarsipkan pesan tidaklah sulit cukup tekan pesan yang akan diarsipkan kemudian ketuk arsip maka pesan kita akan aman.


Itulah beberapa fitur dari whatsapp yang belum banyak diketahui orang-orang. Semoga artikel diatas bisa membantu teman-teman untuk menggunakan fitur-fitur di whatsapp agar memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh whatsapp. 

Cara Menambah followers intagram dengan cepat

Instagram saat ini sudah menjadi hal yang tidak bisa di tinggalkan di dunia maya. Kita sering kali menonton instagram berlama-lama sampai lupa waktu. Memang instagram ini sangat memikat hati kita sampai-sampai kita lupa daratan. Dan salah satu yang tidak bisa dipungkiri dari instagram adalah followers. Kata ini memang simple tapi ini sangat berpengaruh terhadap instagram yang kita miliki. Ada beberapa keuntngan apabila kita memiliki followers yang sangat banyak diantaranya :

1. Membuat bahagia. kalau punya        followers banyak pasti seneng toh?
2. Buat bergaya sama temen-teman .
3. Akun bisa dijual dengan harga mahal.
4. Sebagai sarana bisnis.
5. Mengembangkan hobi, bagi yang punya hobi foto-foto

Langsung aja ke tips dan trik agar follower cepat bertambah

1.  ALIKASI ARCHIE



Aplikasi penambah followers Instagram ArchieAplikasi  penambah followers Instagram pertama adalah Archie. Uniknya aplikasi  adalah bisa menyaring melalui Instagram posting untuk menemukan konten yang terkait dengan postinganmu secara otomatis.  Dengan aplikasi ini kamu bisa menarik follower yang tertarik pada postinganmu tanpa menghabiskan waktu sampai setengah hari.

Caranya:

Tentukan seperti apa followersmu
Buatlah demografis seperti apa yang akan ditarget di media sosial
Kemudian aplikasi Archie bekerja sesuai sistemnya
lalu kamu bisa melakukan scan untuk followers yang  tertarik dalam dengan postingan, komentar, atau kontenmu.
Archie akan membawa calon followers untuk masuk ke profilmu dan kemudian menjadi pengikutmu.

2. MENGGUNAKAN TAGAR YANG BANYAK DICARI ORANG




 Tagar yang banyak dan juga terkenal akan menambah followers anda menjadi lebih banyak. Cara ini pernah saya coba di akun instagram saya dan nyatanya berhasil. Dengan tagar yang banyak maka postingan kita akan berada di banyak tagar. Selain iti juga harus menggunakan tagar yang paling sering di cari orang sehingga postingan kita akan sering dilihat orang dan lama-lama orang akan melihat-lihat instagram kita dan akan memfollow kita. Contoh tagar yang terkenal antara lain :

#pesonaindonesia, #tempathits, #tourism, #trip, #traveller, #explore, #travels, #travelbag, #travelblog, #traveling, #travelpic, #travelph, #travelers, #travelogue, #travelbug

3. MEMPOSTING GAMBAR YANG MENARIK



 Tidak dipungkiri lagi bahwa semua orang
menyukai hal-hal yang indah dan menarik. Salah satunya yaitu gambar yang menarik. Semakin banyak postingan kita yang menarik semakin banyak pula orang yang tertarik dengan postingan kita sehingga orang akan berbondong-bondong memfollow instagram kita. Kita sebaiknya mengirim postingan-postingan yang menarik secara teus menerus agar orang mudah tertarik dengan postingan kita. Contoh postingan yang menarik yaitu : pemandangan alam, sunset, sunrise, pegunungan, pedesaan dan pantai.

4. MENGGUNAKAN DESKRIPSI YANG MENARIK




Gambar memang memiliki makna yang sangat mendalam, tapi lebih mendalam lagi bila dituliskan dengan kata-kata yang bagus dan menarik. Sebuah gambar bermakna seribu kata, tapi Anda tidak bisa melewatkan kata-kata itu seluruhnya. Manfaatkan caption Instagram untuk menceritakan gambar yang anda upload, gunakan kata-kata yang jelas, gunakan juga hashtag yang sesuai dan kolaborasikan dengan cerita anda tujuannya agar cerita anda menarik. Cerita yang Lucu, Inspiratif, Kreatif, dan membangun akan menarik user untuk melihat sekilas dan membaca topik yang anda bagikan kepada mereka, Jangan pernah jadikan akun anda membosankan dan apa adanya dengan mengupload topik yang tidak menarik, hal ini akan menjadikan user pergi karena menganggap akun anda tidak ada gunanya bagi mereka.
Seperti akun @pesonaindonesia yang memiliki foto yang selaras dengan caption, hal ini akan menciptakan keindahan alam indonesia yang sesungguhnya. National Geographic juga sangat hebat dalam menggunakan pengisahan cerita bersama foto Instagram mereka untuk link penambah engagement dan media sharing. Sementara merek media lain telah tertinggal dan kalah saing, NatGeo telah berkembang pesat secara digital dan menjadi salah satu merek teratas di Instagram, dengan lebih dari 45 juta followers.

itulah beberapa cara untuk menambah followers secara cepat dan mudah tanpa biaya yang banyak. Semoga artikel tersebut membantu dan bermanfaat bagi kita semua.


zona baca

Bahan Ajar Kelas 1 Tema 4 Keluargaku 3 keluarga besarku pembelajaran 4

BAHAN AJAR Tema                 : 4 Keluargaku Subtema            : 3 Keluarga Besarku Pembelajaran    : 4 Tujuan Pembelajaran Dengan ...